โ† All articles
๐Ÿ“ก
#backlink pinterest#link linkedin#expired domain#seo off-page#link building

Pinterest dan LinkedIn Menyimpan Link Juice yang Kebanyakan SEO Tidak Mau Repot Ambil

June 27, 2026 ยท By DomainScope

Sebagian besar SEO yang saya kenal menghabiskan energinya di tiga tempat: guest post, HARO, dan skema pertukaran link yang kadang abu-abu. Pinterest dan LinkedIn? Ditinggal. Dianggap platform sosial biasa yang tidak worth the effort.

Padahal dua platform ini punya karakter yang justru langka di ekosistem link building sekarang: link yang tidak terasa dipaksakan. Dan dalam konteks profil backlink domain โ€” baik domain baru maupun expired domain yang mau kamu akuisisi โ€” keberadaan link dari platform seperti ini bisa jadi sinyal kesehatan yang cukup signifikan.

Kenapa Backlink Pinterest Sering Diabaikan

Ada miskonsepsi yang sudah lama beredar: karena Pinterest menggunakan atribut nofollow pada sebagian besar linknya, maka backlink Pinterest dianggap tidak bernilai. Berhenti di sini dulu.

Google sudah lama mengakui bahwa mereka memperlakukan nofollow sebagai hint, bukan direktif keras. Artinya, link dari Pinterest tetap bisa dibaca, diindeks konteksnya, dan dijadikan sinyal kepercayaan โ€” terutama kalau konten yang di-pin relevan secara topik dengan URL yang ditautkan.

Yang lebih penting: Pinterest adalah mesin pencari visual dengan lebih dari 450 juta pengguna aktif bulanan. Pin yang relevan bisa mendatangkan traffic organik langsung, terlepas dari urusan follow atau nofollow. Saya pernah lihat sebuah domain resep makanan yang mendapat lebih dari 2.000 kunjungan/bulan murni dari Pinterest โ€” tanpa satu pun backlink dofollow dari sana.

Dan kalau kamu sedang evaluasi expired domain, profil backlink yang mengandung link dari Pinterest โ€” apalagi dari akun-akun niche yang relevan, bukan akun spam โ€” itu tanda sehat. Artinya domain itu pernah punya konten yang cukup menarik untuk di-pin secara organik.

LinkedIn Lebih Serius dari yang Kamu Kira

Link LinkedIn berbeda karakter. Platform ini didesain untuk konteks profesional, dan Google memperlakukannya sesuai itu. Sebuah link dari artikel LinkedIn Pulse yang membahas topik B2B spesifik โ€” dengan penulis yang punya kredensial nyata di bidangnya โ€” bobotnya berbeda dengan link dari direktori generik DA 30 yang isinya 500 listing acak.

Saya tidak bilang link LinkedIn otomatis kuat. Tapi link LinkedIn yang kontekstual dan dari profil aktif punya sesuatu yang susah dipalsukan: sinyal kepercayaan manusia. LinkedIn tahu siapa orangnya, di industri apa, dan seberapa aktif. Google juga tahu cara membaca sinyal itu.

Yang sering dilewatkan: banyak artikel di LinkedIn Pulse sebenarnya terindeks Google dengan cukup baik untuk keyword long-tail di niche B2B dan profesional. Kalau kamu menulis artikel di sana yang menyebut dan menautkan domain kamu secara natural, itu bukan sekadar link โ€” itu sinyal relevansi topik yang cukup bersih.

Cara Pakai Dua Platform Ini dengan Benar

Untuk Pinterest: jangan asal pin. Buat board tematik yang benar-benar spesifik โ€” bukan "Tips SEO" tapi "SEO untuk Toko Shopify Niche Furnitur". Pin konten dari domain kamu ke board yang relevan, tambahkan deskripsi pin yang ditulis dengan baik. Konsistensi lebih penting dari volume.

Untuk LinkedIn: artikel Pulse lebih efektif dari sekadar update status. Tulis sesuatu yang benar-benar ada substansinya โ€” pengalaman nyata, data spesifik, sudut pandang yang tidak mainstream. Link ke domain kamu harus terasa natural karena memang jadi sumber atau kelanjutan argumen, bukan karena kamu menyisipkan paksa.

Satu hal yang saya rekomendasikan sebelum mulai effort ini untuk expired domain: pastikan domain yang kamu kejar memang layak diisi konten berkualitas. Tidak ada gunanya membangun link Pinterest dan LinkedIn yang bersih ke domain yang histori Wayback Machine-nya penuh konten spam, atau yang punya anchor text profile yang didominasi exact-match keyword agresif dari pemilik sebelumnya.

Di sinilah saya pakai DomainScope sebelum memutuskan domain mana yang layak digarap serius. Score 0โ€“100 yang dihasilkan mencakup analisis anchor text health dan penelusuran histori Wayback Machine โ€” dua hal yang menentukan apakah link building effort kamu selanjutnya akan kerja atau sia-sia. Tidak ada gunanya membangun fondasi di atas tanah yang sudah rusak.

Satu Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Banyak yang mengira platform sosial hanya berguna untuk brand awareness, bukan SEO teknikal. Itu cara pandang yang terlalu sempit. Link building yang baik bukan cuma soal passing link juice โ€” tapi soal membangun profil backlink yang terlihat natural di mata Google.

Profil backlink yang 100% terdiri dari guest post dan PBN adalah red flag. Google tahu pola itu. Campuran yang sehat โ€” termasuk link dari Pinterest, LinkedIn, Reddit, forum niche, dan platform lain yang relevan โ€” justru membuat profil kamu terlihat seperti domain yang organik dibicarakan orang.

Itulah kenapa dua platform ini worth the effort. Bukan karena link juice-nya paling besar, tapi karena mereka menambahkan dimensi kealamian yang susah dibeli dari marketplace link.

Pertanyaan yang layak kamu tanyakan sekarang: dari semua domain yang sedang kamu kelola atau incar, berapa yang profil backlinknya benar-benar terlihat seperti dibangun oleh manusia โ€” bukan oleh script?

Artikel terkait

Mau cek domain incaranmu sekarang? Analisa gratis di DomainScope โ†’

Ready to check a domain?

Analyze a domain free โ†’