← All articles
🧰
#spreadsheet perburuan domain#tracking kandidat#expired domain#domain hunting#seo tools

Spreadsheet Perburuan Domain yang Sebenarnya Kamu Butuhkan (Tanpa Kolom Lebay)

July 11, 2026 · By DomainScope

Saya pernah punya spreadsheet perburuan domain dengan 38 kolom. Ada kolom "potensi niche", "warna logo yang cocok", sampai "mood saat nemuin domain". Hasilnya? Saya buang waktu 2 jam ngisi data, lalu bingung sendiri waktu mau ambil keputusan.

Masalahnya bukan kurang data. Masalahnya terlalu banyak kolom yang tidak berkontribusi ke satu pertanyaan yang paling penting: domain ini layak dibeli atau tidak?

Setelah ratusan sesi perburuan, saya akhirnya memangkas spreadsheet tracking kandidat saya ke kolom-kolom yang benar-benar bekerja. Ini bukan template "best practice" dari blog SEO random — ini yang bertahan setelah dipangkas berkali-kali karena kolom sisanya ternyata tidak pernah saya baca sebelum klik "beli".

Domain itu sendiri — nama dan ekstensi

Kedengarannya sepele, tapi saya sering lihat spreadsheet orang yang tidak mencatat ekstensi secara terpisah dari nama domain. Padahal saat kamu hunting ratusan kandidat sekaligus, .com dan .net dengan nama yang sama punya nilai yang jauh berbeda. Pisahkan. Satu kolom nama, satu kolom TLD.

Tambahkan satu kolom "kategori niche" — bukan essay, cukup satu kata: finance, health, tech. Ini berguna waktu kamu mau filter batch kandidat untuk klien berbeda.

Usia domain — tapi dari sumber yang benar

Kolom usia domain wajib ada. Tapi tulis dari mana kamu ambilnya. Banyak tool menampilkan "creation date" yang sebenarnya adalah tanggal pertama kali domain masuk ke database mereka — bukan tanggal registrasi asli di ICANN.

Saya pernah nyaris beli domain yang tertulis "umur 9 tahun" di listing, ternyata setelah cek RDAP langsung, baru 2 tahun. Selisih 7 tahun bukan kesalahan kecil — itu perbedaan antara domain yang punya sejarah otoritas organik dan domain yang baru saja drop kemarin. DomainScope menarik data umur dari ICANN/RDAP langsung, jadi angka yang muncul adalah angka asli, bukan estimasi tool pihak ketiga.

Score — satu angka untuk keputusan awal

Tracking kandidat akan jauh lebih cepat kalau kamu punya satu angka representatif untuk tiap domain. Bukan DA, bukan DR — kedua metrik itu bisa dimanipulasi dan tidak mencerminkan kondisi backlink aktual.

Kolom score ini idealnya diisi dari analisis yang sudah mempertimbangkan backlink asli, anchor text, sejarah Wayback, dan estimasi trafik organik sekaligus. Kalau kamu pakai DomainScope, score 0–100 itu yang masuk ke kolom ini. Kalau tidak, kamu perlu minimal 3–4 kolom terpisah untuk menggantikan satu angka itu — dan spreadsheetmu langsung membengkak.

Flag merah — kolom yang paling sering dilewati

Ini kolom yang paling sering absen dari spreadsheet orang, dan paling mahal akibatnya. Saya menyebutnya kolom "red flag" — isinya teks singkat atau simbol (✓ / ⚠ / ✗) berdasarkan tiga hal:

  • Sejarah Wayback — pernah jadi spam farm? Link farm? Konten dewasa yang tidak relevan?
  • Pola backlink — anchor text penuh exact match komersial dari situs yang tidak masuk akal?
  • Trafik organik — pernah ada trafik lalu tiba-tiba anjlok ke nol? Itu sinyal penalti, bukan "domain sedang tidur".

Domain dengan DA 44 tapi 0 backlink asli yang terverifikasi — saya pernah lihat ini lolos di beberapa checker karena mereka mengisi angka demo atau menarik data yang sudah kadaluarsa. Kolom red flag mencegah kamu beli berdasarkan angka kosong.

Status dan harga

Dua kolom terakhir: status kandidat (hunting / dianalisis / dibeli / dilewati) dan harga listing. Status penting karena perburuan domain itu non-linear — kamu bisa balik ke kandidat lama setelah klien baru muncul. Tanpa kolom status, kamu akan analisis domain yang sama dua kali.

Harga dicatat bukan untuk kalkulasi ROI (itu topik berbeda), tapi untuk filter cepat. Kalau budget proyek ini maksimal $150, kamu perlu bisa sort spreadsheet dan langsung eliminasi yang di atas angka itu.

Total: 8 kolom, tidak lebih

Nama domain, TLD, niche, usia (dari sumber valid), score, red flag, status, harga. Delapan kolom. Spreadsheet tracking kandidat yang lebih dari itu biasanya punya kolom yang mengisi diri sendiri untuk memberi rasa produktif — bukan karena datanya berguna saat pengambilan keputusan.

Coba audit spreadsheet perburuanmu sekarang. Untuk setiap kolom yang ada, tanyakan: apakah kolom ini pernah mengubah keputusanku dari "beli" ke "lewat" atau sebaliknya? Kalau jawabannya tidak, hapus kolomnya. Spreadsheet yang ringan bukan tanda kamu kurang serius — itu tanda kamu sudah tahu mana data yang benar-benar bekerja.

Baca juga: Perkakas Pemburu Domain: Tools, Otomasi, dan Workflow Sehari-hari · Seni Negosiasi Domain: Dari Email Pertama sampai Deal Ditutup

Mau cek domain incaranmu sekarang? Analisa gratis di DomainScope →

Ready to check a domain?

Analyze a domain free →