EEAT Bukan Soal "About Me" Page — Ini Sinyal yang Benar-Benar Dihitung Google
July 12, 2026 · By DomainScope
Ada pola yang saya lihat berulang kali. Seseorang beli expired domain dengan DA lumayan, pasang konten baru, tunggu tiga bulan — lalu heran kenapa Google tidak memberi traffic yang diharapkan. Padahal secara teknikal, semua sudah "benar".
Yang terlewat biasanya bukan soal keyword. Bukan soal jumlah artikel. Yang terlewat adalah sinyal kepercayaan — atau dalam bahasa Google, EEAT: Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness. Dan cara paling umum orang salah paham tentang ini: mereka pikir EEAT cukup dipenuhi dengan halaman "Tentang Kami" yang panjang.
EEAT Dibaca dari Sinyal, Bukan Klaim
Google tidak percaya begitu saja pada teks yang kamu tulis tentang dirimu sendiri. Mereka memvalidasi klaim itu dari sinyal eksternal — siapa yang menyebut nama situsmu, anchor apa yang dipakai, konten lama seperti apa yang pernah ada di domain itu. Untuk situs yang dibangun ulang di atas expired domain, ini artinya ada lapisan tambahan yang harus diperhitungkan.
Domain lama punya sejarah. Wayback Machine menyimpannya. Google juga punya crawl history mereka sendiri. Kalau domain yang kamu pakai dulu adalah toko sepatu, lalu kamu bangun situs kesehatan di atasnya, Google akan membaca inkonsistensi itu — dan itu menghambat sinyal kepercayaan yang seharusnya mengalir dari backlink lama.
Saya pernah analisis domain di DomainScope dengan skor backlink di atas 60, terlihat menarik. Tapi begitu anchor text-nya diperiksa dari data DataForSEO yang sebenarnya — bukan estimasi — hampir 70% anchor adalah nama brand toko sepatu lama itu. Backlink ada, tapi tidak relevan secara topikal. Untuk situs baru yang dibangun di atasnya, sinyal kepercayaan dari backlink itu hampir nol nilainya.
Sinyal yang Benar-Benar Bisa Dipasang (dan Dihitung)
Kalau kamu sedang membangun ulang situs di expired domain, ada beberapa sinyal konkret yang bisa dikerjakan — bukan hanya ditulis di halaman "About".
Authorship yang terverifikasi. Nama penulis harus bisa di-Google dan menemukan jejak lain: profil LinkedIn, artikel di publikasi lain, akun media sosial yang aktif. Bukan sekadar "Tim Redaksi" yang anonim. Google's Quality Rater Guidelines secara eksplisit menyebut bahwa konten YMYL (kesehatan, keuangan, hukum) dari penulis tanpa reputasi terverifikasi mendapat penilaian rendah.
Kutipan dari sumber lain. Ini berbeda dari backlink biasa. Yang dimaksud adalah brand mention — nama situsmu disebut di forum, di artikel blog orang lain, di thread Reddit — meski tanpa link. Google memproses unstructured data ini. Satu mention nyata dari komunitas relevan jauh lebih berharga dari sepuluh backlink komentar blog.
Konsistensi topik sejak awal. Untuk situs rebuilt, ini krusial. Kalau domain punya history yang menyimpang jauh dari niche baru, perlu waktu lebih lama untuk membangun topical authority. Tidak ada shortcut di sini. Yang bisa dilakukan adalah memastikan konten pertama yang dipublish sangat fokus — bukan generalis.
Sinyal teknikal kepercayaan. HTTPS sudah jelas. Tapi lebih dari itu: privacy policy yang aktual (bukan template copy-paste), contact page dengan alamat nyata atau setidaknya form yang berfungsi, dan tidak ada redirect chain berantai dari URL lama yang mencurigakan.
Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan
Banyak yang percaya bahwa DA tinggi otomatis berarti EEAT baik. Ini keliru. DA adalah metrik Moz yang mengukur kekuatan link profile secara kuantitatif. Google tidak pakai DA. Yang Google baca adalah kualitas, relevansi, dan konsistensi sinyal kepercayaan — sesuatu yang DA tidak pernah dirancang untuk mengukur.
Miskonsepsi kedua: bahwa expired domain dengan sejarah panjang selalu lebih baik. Tidak. Domain yang 8 tahun diisi konten spam, lalu 2 tahun tidak aktif, punya jejak yang harus kamu lawan — bukan warisi. Sejarah buruk tidak hilang hanya karena domain berganti tangan.
Itulah kenapa sebelum beli, saya selalu cek Wayback history dan profil anchor text asli — dua hal yang bisa terlihat di DomainScope sebelum kamu mengeluarkan uang untuk domain yang kelihatan bagus di permukaan tapi menyimpan masalah di dalam.
Mulai dari Mana Kalau Kamu Sudah Terlanjur Beli
Kalau domain sudah di tangan dan sejarahnya kurang ideal, bukan berarti selesai. Audit dulu secara jujur: apa topik lama domain itu, seberapa jauh dari niche barumu, dan berapa persen backlink yang anchor-nya relevan.
Dari sana, putuskan apakah membangun di atas domain itu worth the effort — atau lebih efisien mulai fresh. Keputusan itu harusnya berbasis data, bukan asumsi bahwa "DA 40 pasti aman".
Untuk eeat praktik yang benar-benar bekerja, satu pertanyaan yang perlu kamu jawab sendiri: kalau seseorang Google nama situsmu hari ini, apa yang mereka temukan selain situsmu sendiri? Kalau jawabannya "tidak ada" — itulah yang perlu dikerjakan sekarang.
Baca juga: Membangun Otoritas Konten di Domain yang Kamu Hidupkan · Domain Web3: ENS dan Nama Blockchain, Hype atau Nilai Nyata
Mau cek domain incaranmu sekarang? Analisa gratis di DomainScope →